Label

Agama (1) Guru (1) Pendidikan (3)

Rabu, 17 Oktober 2012

Guru menjadi "PIONIR"

Suatu hal yang membahagiakan adalah adanya kepuasan batin bagi orang yang mendapatkan sesuatu yang memuaskan. Bagi seorang guru mendapatkan pengetahuan merupakan hal yang memuaskan, karena mendapat sesuatu bekal yang nantinya dapat diberikan dan dikembangkan kepada peserta didiknya sebagai generasi penerus bangsa. Sebagaimana siang tadi (Selasa, 16 Oktober 2012) pada pukul 13.00 WIB ada 93 guru PNS di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga mendapatkan pembinaan/bekal yang sangat memberikan inspirasi bagi guru.


Acara pembinaan ini disampaikan oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga Drs. H. Samsul Bakhri. Dalam pembinaan ini disampaikan, bahwa guru PNS di Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga harus bisa menjadi "PIONIR". Diartikan dari segi bahasa bahwa guru menjadi pionir berarti guru menjadi penganjur, pelopor, perintis jalan, ataupun pembuka jalan menuju perubahan dan perbaikan dalam perkembangan jaman.

Selain diartikan secara bahasa, kata "PIONIR" diikhtisarkan dari 6 huruf di dalamnya. Huruf "P" diikhtisarkan dari kata profesional. Guru yang profesional paling tidak harus memiliki 3 komponen. Komponen pertama, yaitu pengetahuan. Untuk mendapatkan pengetahuan guru dapat mencari melalui membaca koran, buku-buku, internet, TV, dan media lain sebagainya. Komponen kedua, yaitu skill. Untuk mendapat skill, guru harus rajin mengikuti workshop, diklat, melakukan penelitian tindakan kelas dan evaluasi diri dalam pembelajaran di kelas. Komponen ketiga, yaitu prilaku baik. Sebagus apapun pembelajaran guru, tanpa dibarengi dengan prilaku yang baik maka peserta didik sukar untuk mengikuti anjuran guru.

Huruf "I" diikhtisarkan dari kata integritas. Bahwasanya sebagai seorang Pegawai Negri Sipil harus siap setiap saat dikala Pemerintah, Kementerian, maupun Madrasah memanggil dan membutuhkan tenaganya. Jangan pernah, sebagai seorang guru bila disuruh mengerjakan sedikit pekerjaan atau diserahi tugas dan tanggung jawab yang ditanyakan dulu berapa ongkosnya. Karena sesungguhnya PNS telah dipikirkan nasibnya, dibayar dan dicukupi kebutuhan dirinya dan keluarganya oleh pemerintah.

Huruf "O" diikhtisarkan dari istilah orientasi pengguna. Bahwasanya guru telah diberi tugas untuk melayani masyarakat dalam hal pendidikan. Oleh karena itu, orientasi kerja guru adalah mendidik, melatih, dan mengembangkan kemampuan peserta didik. Melayani peserta didik merupakan tugas pokok seorang guru.

Huruf "N" adalah kependekan dari nurani dan akal sehat. Gunakanlah nurani dan akal sehat dalam segala langkah kerja. Dengan demikian kita dapat menerapkan sesuatu yang adil itu dapat dirasakan oleh semuanya. Semuanya  tersentuh dan semuanya merasa senang.

Huruf "I" selanjutnya adalah independen. Guru harus mampu berdiri sendiri, berdiri ditengah dan tidak terpengaruh orang lain kecuali atas pertimbangan akademik intelektual.

Dan terakhir huruf "R" adalah responsif atau cepat tanggap terhadap perkembangan jaman. Dunia semakin berkembang. Peraturan perundang-undangan terasa sekali perubahannya, oleh karena itu guru harus tanggap. Jangan ketinggalan jaman. Ikuti terus peraturan perundang-undangan sehingga dapat melangkah dan bekerja sesuai dengan peraturan yang ada.

Terima kasih Pak Samsul, mudah-mudahan tulisan ini tidak menyimpang dari harapan Pak Samsul. Dan semoga guru-guru PNS di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga dapat selalu meningkatkan kualitasnya dan menjadi guru profesional sesungguhnya. Semoga sukses menyertai kita.

Minggu, 14 Oktober 2012

Manusia Belajar untuk Berkembang

Setiap orang secara naluri sebenarnya memiliki keinginan untuk berkembang. Namun, dalam kenyataannya memang ada yang benar-benar dan sungguh-sungguh untuk berkembang dan ada memang yang hanya sebatas angan-angan untuk berkembang. Orang yang sungguh-sungguh ingin berkembang mereka akan melakukan dengan segala cara dan upaya agar bisa berkembang. Tetapi, orang yang hanya berangan-angan untuk berkembang maka dia hanya akan berpikir terus untuk berkembang dan sebenarnya orang itu tidak melakukan apapun untuk berkembang.

Manusia memiliki kelebihan-kelebihan dari makhluk yang lain, oleh karena itu dibandingkan dengan makhluk yang lain manusia jauh lebih sempurna. Utamanya manusia adalah makhluk yang mampu berpikir. Namun jika hanya berpikir saja maka tidak akan ada perubahan apapun. Oleh karena itu, setelah manusia berpikir hendaklah ia mengaplikasikan ke dalam dunia nyata. Inilah proses belajar manusia sehingga dari aplikasinya dalam dunia nyata dapat selalu diperbaharui dan dikembangkan demi kemajuan dan perkembangan manusia.

Mulai sekarang pastikan diri anda untuk siap berpikir, lakukan sesuatu, kembangkan diri anda. Jangan hanya diam karena dengan diam tidak akan ada perubahan dan perkembangan. Semoga sukses menyertai Anda.